Kecamatan Ngasem kembali menggelar kegiatan SAPa Ngasem (Wisata Ahad Pagi), yang pada edisi kali ini dirangkai secara istimewa dengan Sosialisasi Senam BMM (Bahagia, Makmur, dan Membanggakan). Acara yang dilaksanakan di Jalan Ngasem-Kalitidu (Depan Kecamatan Ngasem).
Kegiatan ini diramaikani dengan kehadiran sejumlah tokoh kunci, antara lain Kepala Dinas Sosial Kab. Bojonegoro, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Bojonegoro, serta Perwakilan TP PKK Kab. Bojonegoro. Turut hadir pula Forkopimca Ngasem, Tim Senam BMM Kab. Bojonegoro, perwakilan Lembaga Pendidikan, hingga PKH, TKSK, dan Pendamping Desa.
Fokus utama acara pagi itu adalah pelaksanaan dan sosialisasi Senam BMM, yang merupakan gerakan penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan dan kebahagiaan warga Bojonegoro. Ribuan masyarakat Ngasem dan sekitarnya tumpah ruah mengikuti sesi senam yang dipandu langsung oleh Tim Senam BMM Kabupaten.
Selain agenda kesehatan, SAPa Ngasem konsisten menjadi wadah pemberdayaan ekonomi lokal. Bazar UMKM kembali menjadi ajang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk andalan mereka. Dalam rangka mendukung perkuatan modal usaha, Layanan BMT NU Ngasem turut hadir, memfasilitasi kebutuhan finansial UMKM. Apresiasi diberikan kepada tiga pelaku usaha melalui Pemberian Souvenir Bagi 3 UMKM Teraktif, sebagai motivasi untuk terus meningkatkan daya saing.
Aspek pelayanan publik dan edukasi juga terintegrasi secara mulus. Warga dapat memanfaatkan Layanan Dokumen Kependudukan untuk mengurus IKD dan KIA di lokasi, serta mengakses bacaan gratis melalui Layanan Perpustakaan Keliling.
Kekayaan budaya Ngasem disajikan melalui dua penampilan seni yang memukau. Selain persembahan tari tradisional dari Sanggar Tari Ratu Desa Ngasem, acara ini juga menampilkan kesenian rakyat yang legendaris, yakni Kesenian Reog Wijoyo Mudo dari Desa Sambong. Kehadiran Reog ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menegaskan komitmen daerah dalam melestarikan warisan budaya lokal.
SAPa Ngasem 21 September 2025 menunjukkan bahwa kegiatan terpadu ini telah menjadi agenda vital yang efektif menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat: mulai dari kesehatan, ekonomi, administrasi, hingga budaya, selaras dengan cita-cita Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan.