UNESCO GLOBAL GEOPARK
Rabu, 29 Juli 2026, Geosite Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi dalam rangkaian penilaian UNESCO Global Geopark. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses evaluasi untuk memastikan kawasan geopark tetap memenuhi standar UNESCO dalam aspek pelestarian warisan geologi, pengelolaan kawasan, pendidikan, keterlibatan masyarakat, hingga pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
UNESCO Global Geopark (UGGp) merupakan pengakuan internasional yang diberikan oleh UNESCO kepada kawasan yang memiliki warisan geologi bernilai dunia, serta dikelola secara berkelanjutan melalui sinergi konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini bertujuan melindungi kekayaan alam, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap warisan bumi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Indonesia sendiri memiliki sejumlah UNESCO Global Geopark, di antaranya Geopark Batur di Bali, Ijen di Banyuwangi, dan Raja Ampat di Papua Barat Daya.
Kayangan Api, dengan fenomena api abadi yang telah menyala selama ratusan tahun akibat keluarnya gas alam dari rekahan batuan, menjadi salah satu geosite yang memiliki nilai geologi, sejarah, budaya, dan potensi edukasi yang tinggi. Keberadaan geosite ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi media pembelajaran mengenai dinamika kebumian sekaligus destinasi wisata berbasis konservasi.
Semoga melalui proses penilaian ini, pengelolaan geopark semakin berkualitas, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat, dan warisan geologi Indonesia terus mendapat pengakuan di tingkat dunia demi keberlanjutan bagi generasi mendatang.